TRENDING NOW

  Fisioterapi Bekasi - Fisioterapi merupakan salah satu profesi di bidang kesehatan. Fisioterapi merupakan sebutan di Indonesia, diberbagai negara dengan nama yang berbeda-beda. Pada umumnya Fisioterapi di negara lain menggunakan nama Physiotherapy, Physical Therapy, Kinesiologic dan lain-lain. Namun, pada dasarnya memiliki dasar keilmuan dan tujuan yang sama.

Sebelum membahas Fisioterapi di Bekasi, lebih baik kita mengenal kota Bekasi dari sumber wikipedia

Pengenalan Kota Bekasi

Pengenalan Kota Bekasi
Pengenalan Kota Bekasi

Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Bekasi berjumlah 2.464.719 jiwa.

Kota ini merupakan bagian dari Metropolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km², dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

UtaraKabupaten Bekasi
TimurKabupaten Bekasi
SelatanKabupaten Bogor dan Kota Depok
BaratProvinsi DKI Jakarta
Sejarah Bekasi

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara. Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa (Jakarta), Pasir Awi (Jonggol), Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk Bengawan Timur (Indramayu).

Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M).

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya 4 prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jaya Dewa) yang ditulis dalam 5 lembar lempeng tembaga.

Sejak abad ke-5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara, abad ke-8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara Pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Kota Bekasi memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.409.083 jiwa dengan luas wilayah 206,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km².[16][17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.75.07Bantar Gebang4BantargebangCiketing UdikCikiwulSumur Batu
32.75.02Bekasi Barat5BintaraBintara JayaJakasampurnaKota BaruKranji
32.75.04Bekasi Selatan5JakamulyaJakasetiaKayuringin JayaMarga JayaPekayon Jaya
32.75.01Bekasi Timur4Aren JayaBekasi JayaDuren JayaMargahayu
32.75.03Bekasi Utara6Harapan BaruHarapan JayaKaliabang TengahMarga MulyaPerwiraTeluk Pucung
32.75.09Jatiasih6JatiasihJatikramatJatiluhurJatimekarJatirasaJatisari
32.75.10Jatisampurna5JatikaryaJatiradenJatiranggaJatiranggonJatisampurna
32.75.06Medan Satria4PejuangMedan SatriaHarapan MulyaKali Baru
32.75.11Mustika Jaya4CimuningMustikajayaMustikasariPedurenan
32.75.08Pondok Gede5JatibeningJatibening BaruJaticempakaJatimakmurJatiwaringin
32.75.12Pondok Melati4JatimelatiJatimurniJatirahayuJatiwarna
32.75.05Rawalumbu4Bojong MentengBojong RawalumbuPengasinanSepanjang Jaya
TOTAL56
Penduduk Bekasi

Berdasarkan sensus tahun 2010, Kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan Kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[18]

Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, diantaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxy City.

Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di Kecamatan Bekasi Utara. Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah keatas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
  • Puskesmas Aren Jaya
  • Puskesmas Bantar Gebang
  • Puskesmas Bintara
  • Puskesmas Bojong Rawalumbu
  • Puskesmas Jakamulya
  • Puskesmas Jati Asih
  • Puskesmas Jati Bening
  • Puskesmas Jati Luhur
  • Puskesmas Jati Makmur
  • Puskesmas Jati Rahayu
  • Puskesmas Jati Sampurna
  • Puskesmas Jati Warna
  • Puskesmas Kaliabang Tengah
  • Puskesmas Karang Kitri
  • Puskesmas Kota Baru
  • Puskesmas Margajaya
  • Puskesmas Margamulya
  • Puskesmas Mustika Jaya
  • Puskesmas Pejuang
  • Puskesmas Pekayon Jaya
  • Rumah sakit Bekasi
  • Fisioterapi Bekasi
Setelah pengenalan Kota Bekasi, selanjutnya kami bahas tentang fisioterapi yang berada di bekasi

Fisioterapi didasarkan atas ilmu yang menitikberatkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak atau fungsi tubuh yang terganggu, kemudian diikuti dengan metode terapi gerak dan/atau dengan peralatan.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 65 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisioterapi, fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis, dan mekanis) pelatihan fungsi dan komunikasi.

Fisioterapi dapat melatih pasien dengan latihan khusus, penguluran dan penguatan otot, serta bermacam-macam teknik dan menggunakan beberapa alat khusus untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi pasien.

Orang yang menjalankan pelayanan fisioterapi disebut Fisioterapis atau fisio. Fisioterapis adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan fisioterapi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dimensi Pelayanan Fisioterapi meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, dan pemulihan gangguan sistem gerak dan fungsi dalam rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal, yang terdiri dari upaya-upaya:

  • Peningkatan dan pencegahan (promotif dan preventif), Pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada pusat kebugaran, pusat kesehatan kerja, sekolah, kantor, pusat panti usia lanjut, pusat olahraga, tempat kerja/industri, puskesmas dan pada pusat-pusat pelayanan umum.
  • Penyembuhan dan pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif), pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada rumah sakit, rumah perawatan, panti asuhan, pusat rehabilitasi, tempat praktik, klinik privat, klinik rawat jalan, puskesmas, rumah tempat tinggal, pusat pendidikan dan penelitian.

Berdasarkan ruang lingkup pelayanan fisioterapi dan tuntutan kebutuhan masyarakat, dibagi menjadi:

  • Fisioterapi Olahraga
  • Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak
  • Fisioterapi Geriatri: berfokus pada kebutuhan gerakan orang dewasa yang usianya lebih tua atau lansia. Ada banyak kondisi yang mempengaruhi seseorang seiring bertambahnya usia seperti radang sendi, kanker, osteoporosis, penyakit Alzheimer, penggantian sendi, dan gangguan keseimbangan.
  • Fisioterapi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
  • Fisioterapi Kesehatan Wanita
  • Fisioterapi Kesehatan Masyarakat
  • Fisioterapi Nyeri
  • Fisioterapi Pelayanan Medik: Pengembangan pelayanan fisioterapi pelayanan medik didasari pada spesifikasi problem kesehatan pasien, seperti fisioterapi Muskuloskeletal (penyembuhan dan pemulihan gangguan anggota gerak tubuh terdiri dari otot, tulang, sendi, jaringan ikat), Fisioterapi Kardiovaskulopulmonal (penyembuhan dan pemulihan pada gangguan jantung, pembuluh darah, dan paru), Fisioterapi Neuromuskular (penyembuhan dan pemulihan pada gangguan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi), Fisioterapi Integument (penyembuhan dan pemulihan pada kecacatan fisik dan kulit).

Fisioterapi dalam melaksanakan praktik fisioterapi berwenang untuk melakukan:

  • Asesmen Fisioterapi;
  • Diagnosis Fisioterapi;
  • Perencanaan Fisioterapi;
  • Intervensi Fisioterapi;
  • Evaluasi/re-evaluasi/re-asesmen;
  • Komunikasi dan Edukasi;
  • Dokumentasi.

Fisioterapi dapat melaksanakan praktik Fisioterapi pada sarana kesehatan, praktik perseorangan dan/atau berkelompok. Fisioterapi dalam melakukan praktik Fisioterapi dapat menerima pasien/klien dengan atau tanpa rujukan.

Ada berbagai macam jenjang pendidikan Fisioterapi di Indonesia saat ini, yaitu: D3, D4, dan S1+ Pendidikan Profesi.

Gelar pendidikan Fisioterapi di Indonesia: D3 (A.Md.Kes (FT)), D4 (S.Tr.Kes (FT)), S1 (S.Ftr), dan gelar pendidikan profesi fisioterapi (Ftr).

Organisasi fisioterapi adalah wadah untuk berhimpunnya para fisioterapis. Organisasi Fisioterapi di Indonesia bernama Ikatan Fisioterapi Indonesia. Organisasi fisioterapi dunia bernama World Physio. Organisasi mahasiswa Fisioterapi di Indonesia bernama Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia atau disingkat IMFI

Tentang Fisioterapi Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi

Poli Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi adalah layanan yang menangani pasien dengan gangguan fungsi tubuh atau keterbatasan fisik akibat penyakit atau cedera guna meningkatkan kualitas hidup pasien tersebut dengan memaksimalkan fungsi yang ada oleh Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang profesional dan berpengalaman dibidangnya.

Dokter rehabilitasi medis dapat menentukan rencana tatalaksana atau program perawatan dan pengobatan sesuai dengan riwayat kesehatan pasien. Melalui program latihan dan perawatan fisik tersebut, pasien akan dibantu untuk meningkatkan kemampuan fisik dan kesehatannya serta memperbaiki kualitas hidupnya.

Kondisi yang dapat ditangani oleh Dokter Rehabilitasi Medis

Dokter rehabilitasi medis akan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain, seperti fisioterapis, ahli terapis okupasi (occupational therapist), terapis wicara, perawat, dokter umum, dan dokter spesialis lainnya, misalnya dokter saraf, dokter bedah, dokter spesialis kedokteran olahraga, dan dokter ortopedi.

Ada berbagai macam kondisi yang dapat ditangani oleh dokter rehabilitasi medis beserta tim rehabilitasi medik yang terdiri dari berbagai tenaga kesehatan tersebut, di antaranya:

  • Keterbatasan fungsi tubuh, kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, atau kecatatan, misalnya akibat cedera, kecelakaan, atau penyakit tertentu, seperti stroke
  • Pemulihan setelah menjalani operasi besar, seperti operasi penyambungan tulang, operasi sendi, operasi pada saraf dan otak, atau operasi tulang belakang
  • Pemulihan dari luka bakar derajat berat serta kelainan yang terkait, misalnya perlengketan jaringan tubuh atau kontraktur
  • Nyeri akut maupun kronis, misalnya akibati artritis, nyeri punggung, dan cedera berulang
  • Kesulitan bernapas, misalnya karena penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) atau asma
  • Kesulitan bergerak atau terbatasnya pergerakan otot dan sendi akibat kondisi berat badan berlebih atau obesitas
  • Gangguan menelan dan kesulitan bicara, misalnya akibat kanker laring, stroke, atau cedera pada leher atau otak
  • Amputasi, misalnya pada pasien yang mengalami infeksi berat akibat luka diabetes, cedera, atau kecelakaan berat
Terapi yang dapat dilakukan Dokter Rehabilitasi Medis

Ada berbagai macam program latihan, teknik perawatan fisik, serta pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter rehabilitasi medis untuk memulihkan kondisi kesehatan pasien. Jenis penanganan dan program yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Secara umum, berikut adalah beberapa jenis penanganan yang dapat dilakukan oleh seorang dokter rehabilitasi medis:

  • Terapi okupasi

Terapi okupasi merupakan perawatan khusus yang dilakukan dokter rehabilitasi medis dan occupational therapist untuk membantu pasien dengan keterbatasan fisik maupun mental. Dengan terapi okupasi, pasien akan dibimbing dan dilatih agar bisa beraktivitas serta hidup lebih mandiri dan produktif.

Saat terapi okupasi dilakukan, dokter rehabilitasi medis akan memperhatikan dan menilai kesulitan yang dihadapi pasien dalam melakukan berbagai macam aktivitas. Dari situlah, dokter rehabilitasi medis dan ahli terapi okupasi akan memberikan pelatihan yang sesuai guna mempermudah pasien dalam melakukan aktivitas tersebut.

Misalnya, pada pasien stroke, dokter rehabilitasi medis dan terapis okupasi akan melatih keseimbangan tubuh, mengajarkan kembali cara makan, minum, mandi, berpakaian, atau berjalan, serta mengajarkan cara menggunakan alat bantu, seperti kursi roda.

Terapi okupasi tak hanya diberikan kepada penderita penyakit stroke, tapi juga pada penderita penyakit lain, seperti artritis, cedera otak, multiple sclerosiscerebral palsy, cedera tulang belakang, penyakit bawaan lahir, dan pada pasien yang menjalani amputasi.

  • Fisioterapi

Terapi berikutnya yang biasa diberikan dokter rehabilitasi medis adalah fisioterapi. Tujuannya untuk meningkatkan fungsi serta kekuatan sendi dan otot. Terapi ini umumnya akan dilakukan oleh dokter rehabilitasi medis dengan bantuan para fisioterapis.

Dengan menjalani fisioterapi, keterbatasan gerak yang dialami pasien dapat teratasi, sehingga kemampuan mereka untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, berjalan, dan menaiki tangga akan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Fisioterapi dianjurkan bagi pasien yang mengalami cedera, gangguan fisik, dan pergerakan yang terbatas, misalnya pasien stroke, saraf terjepit atau HNP, yang baru menjalani operasi tulang atau saraf, serta yang menjalani amputasi.

Untuk informasi lebih lanjut, klik disini

  • Terapi bicara

Latihan yang diberikan berfungsi untuk memperkuat otot-otot di wajah dan tenggorokan. Melalui terapi bicara, dokter dan terapis wicara dapat membantu pasien yang mengalami gangguan bicara, sulit untuk merangkai kata, dan gangguan menelan agar bisa berbicara serta makan dan minum lebih lancar.

Terapi ini bisa dilakukan pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti gagap, stroke, apraksia, disartria, kerusakan saraf tenggorokan dan pita suara, disfagia, demensia, atau gangguan mental tertentu, seperti ADHD dan autisme.

Terapi bicara juga bisa dilakukan pada anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam berbicara (speech delay).

Kapan harus memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Rehabilitasi Medis?

  • Menderita penyakit atau cedera yang menyebabkan gangguan fisik, seperti kelumpuhan atau hilangnya fungsi normal pada bagian tubuh tertentu
  • Menderita cacat fisik yang menyebabkan ruang gerak untuk melakukan aktivitas normal menjadi terbatas atau terhambat
  • Telah menjalani operasi besar yang memerlukan latihan atau penyesuaian untuk melakukan aktivitas tertentu

KEY : klinik fisioterapi bekasi, biaya fisioterapi di bekasi, fisioterapi di bekasi, klinik fisioterapi di bekasi, biaya fisioterapi bekasi, tempat fisioterapi di bekasi, fisioterapi rsud bekasi, daftar klinik fisioterapi di bekasi

  Pengertian Rumah Sakit - Rumah sakit adalah lembaga pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat dan tenaga ahli kesehatan lainnya.

Perbandingan antara jumlah tempat tidur rumah sakit dengan jumlah penduduk Indonesia masih sangat rendah. Untuk 10 ribu penduduk cuma tersedia 6 ranjang rumah sakit.

Pengertian Rumah Sakit

Terminologi Rumah Sakit

Terminologi Rumah Sakit
Terminologi Rumah Sakit

Selama abad pertengahan, rumah sakit juga melayani banyak fungsi di luar rumah sakit yang kita kenal pada zaman sekarang, misalnya sebagai penampungan orang miskin atau persinggahan musafir.

Beberapa pasien bisa hanya datang untuk diagnosis atau terapi ringan untuk kemudian meminta perawatan jalan, atau bisa pula meminta rawat inap dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Rumah sakit dibedakan dari institusi kesehatan lain dari kemampuannya memberikan diagnosa dan perawatan medis secara menyeluruh kepada pasien.

Rumah sakit menurut Komite Ahli Organisasi Kesehatan Dunia pada Organisasi Perawatan Medis, merupakan bagian integral dari organisasi kemasyarakatan dan kedokteran yang fungsinya memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap baik secara penyembuhan maupun pencegahan, bagi penduduk, serta pelayanan rawat jalannya menjangkau keluarga dan lingkungan rumahnya; Rumah sakit juga menjadi pusat pelatihan tenaga kesehatan dan penelitian biososial.

Tugas dan fungsi Rumah Sakit

Tugas dan fungsi Rumah Sakit
Tugas dan fungsi Rumah Sakit

Berikut merupakan tugas dan fungsi rumah sakit adalah:

  • penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
  • pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis;
  • penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan
  • penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.

Jenis-jenis rumah sakit

Rumah sakit umum

Rumah sakit umum biasanya merupakan fasilitas yang mudah ditemui di suatu negara, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk perawatan intensif ataupun jangka panjang. Rumah sakit jenis ini juga dilengkapi dengan fasilitas bedah, bedah plastik, ruang bersalin, laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan fasilitas ini bisa saja bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya.

Rumah sakit yang sangat besar sering disebut sebagai pusat kesehatan, biasanya melayani seluruh pengobatan modern.

Sebagian besar rumah sakit di Indonesia juga membuka pelayanan kesehatan tanpa menginap (rawat jalan) bagi masyarakat umum (klinik). Biasanya terdapat beberapa klinik/poliklinik di dalam suatu rumah sakit.

Rumah sakit terspesialisasi

Jenis ini mencakup trauma center, rumah sakit anak, rumah sakit manula, atau rumah sakit yang melayani kepentingan khusus seperti (rumah sakit jiwa), rumah sakit penyakit khusus seperti pernapasan atau kanker, dan lain-lain.

Rumah sakit bisa terdiri atas gabungan ataupun hanya satu bangunan.

Rumah sakit pendidikan

Rumah sakit penelitian/pendidikan adalah rumah sakit umum yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pendidikan di fakultas kedokteran pada suatu universitas/lembaga pendidikan tinggi. Biasanya rumah sakit ini dipakai untuk pelatihan dokter-dokter muda, uji coba berbagai macam obat baru atau teknik pengobatan baru. Rumah sakit ini diselenggarakan oleh pihak universitas/perguruan tinggi sebagai salah satu wujud pengabdian masyararakat / Tri Dharma perguruan tinggi.

Rumah sakit lembaga

Rumah sakit yang didirikan oleh suatu lembaga/perusahaan untuk melayani pasien-pasien yang merupakan anggota lembaga tersebut/karyawan perusahaan tersebut. Alasan pendirian bisa karena penyakit yang berkaitan dengan kegiatan lembaga tersebut (misalnya rumah sakit militer, lapangan udara), bentuk jaminan sosial/pengobatan gratis bagi karyawan, atau karena letak/lokasi perusahaan yang terpencil/jauh dari rumah sakit umum. Biasanya rumah sakit lembaga/perusahaan di Indonesia juga menerima pasien umum dan menyediakan ruang gawat darurat untuk masyarakat umum.

Klinik

Fasilitas medis yang lebih kecil yang hanya melayani keluhan tertentu. Biasanya dijalankan oleh lembaga swadaya masyarakat atau dokter-dokter yang ingin menjalankan praktik pribadi. Klinik biasanya hanya menerima rawat jalan. Bentuknya bisa pula berupa kumpulan klinik yang disebut poliklinik.

Sebuah klinik (atau rawat jalan klinik atau klinik perawatan rawat jalan) adalah fasilitas perawatan kesehatan yang dikhususkan untuk perawatan pasien rawat jalan. Klinik dapat dioperasikan, dikelola dan didanai secara pribadi atau publik, dan biasanya meliputi perawatan kesehatan primer kebutuhan populasi di masyarakat lokal, berbeda dengan rumah sakit yang lebih besar yang menawarkan perawatan khusus dan mengakui pasien rawat inap untuk menginap semalam.

Sejarah Rumah sakit

Dalam sejarah kuno, kepercayaan dan pengobatan berhubungan sangat erat. Salah satu contoh institusi pengobatan tertua adalah kuil Mesir. Kuil Asclepius di Yunani juga dipercaya memberikan pengobatan kepada orang sakit, yang kemudian juga diadopsi bangsa Romawi sebagai kepercayaan. Kuil Romawi untuk Æsculapius dibangun pada tahun 291 SM di tanah Tiber, Roma dengan ritus-ritus hampir sama dengan kepercayaan Yunani

Institusi yang spesifik untuk pengobatan pertama kali, ditemukan di India. Rumah sakit Brahmanti pertama kali didirikan di Sri Lanka pada tahun 431 SM, kemudian Raja Ashoka juga mendirikan 18 rumah sakit di Hindustan pada 230 SM dengan dilengkapi tenaga medis dan perawat yang dibiayai anggaran kerajaan.[butuh rujukan]

Rumah sakit pertama yang melibatkan pula konsep pengajaran pengobatan, dengan mahasiswa yang diberikan pengajaran oleh tenaga ahli, adalah Akademi Gundishapur di Kerajaan Persia.

Bangsa Romawi menciptakan valetudinaria untuk pengobatan budak, gladiator, dan prajurit sekitar 100 SM. Adopsi kepercayaan Kristiani turut memengaruhi pelayanan medis di sana. Konsili Nicea I pada tahun 325 memerintahkan pihak Gereja untuk juga memberikan pelayanan kepada orang-orang miskin, sakit, janda, dan musafir. Setiap satu katedral di setiap kota harus menyediakan satu pelayanan kesehatan. Salah satu yang pertama kali mendirikan adalah Saint Sampson di Konstantinopel dan Basil, bishop of Caesarea. Bangunan ini berhubungan langsung dengan bagunan gereja, dan disediakan pula tempat terpisah untuk penderita lepra.

Rumah sakit abad pertengahan di Eropa juga mengikuti pola tersebut. Di setiap tempat peribadahan biasanya terdapat pelayanan kesehatan oleh pendeta dan suster (Frase Prancis untuk rumah sakit adalah hôtel-Dieu, yang berarti "hostel of God."). Namun beberapa di antaranya bisa pula terpisah dari tempat peribadahan. Ditemukan pula rumah sakit yang terspesialisasi untuk penderita lepra, kaum miskin, atau musafir.

Rumah sakit dalam sejarah Islam memperkenalkan standar pengobatan yang tinggi pada abad 8 hingga 12. Rumah sakit pertama dibangun pada abad 9 hingga 10 mempekerjakan 25 staff pengobatan dan perlakuan pengobatan berbeda untuk penyakit yang berbeda pula. Rumah sakit yang didanai pemerintah muncul pula dalam sejarah Tiongkok pada awal abad 10.

Perubahan rumah sakit menjadi lebih sekuler di Eropa terjadi pada abad 16 hingga 17. Tetapi baru pada abad 18 rumah sakit modern pertama dibangun dengan hanya menyediakan pelayanan dan pembedahan medis. Inggris pertama kali memperkenalkan konsep ini. Guy's Hospital didirikan di London pada 1724 atas permintaan seorang saudagar kaya Thomas Guy. Rumah sakit yang dibiayai swasta seperti ini kemudian menjamur di seluruh Inggris Raya. Di koloni Inggris di Amerika kemudian berdiri Pennsylvania General Hospital di Philadelphia pada 1751. Setelah terkumpul sumbangan £2,000, di Eropa Daratan biasanya rumah sakit dibiayai dana publik. Namun secara umum pada pertengahan abad 19 hampir seluruh negara di Eropa dan Amerika Utara telah memiliki keberagaman rumah sakit.

Rumah sakit dan perkembangannya di Indonesia

Sejarah perkembangan rumah sakit di Indonesia pertama sekali didirikan oleh VOC tahun 1626 dan kemudian juga oleh tentara Inggris pada zaman Raffles terutama ditujukan untuk melayani anggota militer beserta keluarganya secara gratis. Jika masyarakat pribumi memerlukan pertolongan, kepada mereka juga diberikan pelayanan gratis. Hal ini berlanjut dengan rumah sakit-rumah sakit yang didirikan oleh kelompok agama. Sikap karitatif ini juga diteruskan oleh rumah sakit CBZ di Jakarta. Rumah sakit ini juga tidak memungut bayaran pada orang miskin dan gelandangan yang memerlukan pertolongan. Semua ini telah menanamkan kesan yang mendalam di kalangan masyarakat pribumi bahwa pelayanan penyembuhan di rumah sakit adalah gratis. Mereka tidak mengetahui bahwa sejak zaman VOC, orang Eropa yang berobat di rumah sakit VOC (kecuali tentara dan keluarganya) ditarik bayaran termasuk pegawai VOC.

Komite Etik Rumah Sakit

Komite Etik Rumah Sakit (KERS), dapat dikatakan sebagai suatu badan yang secara resmi dibentuk dengan anggota dari berbagai disiplin perawatan kesehatan dalam rumah sakit yang bertugas untuk menangani berbagai masalah etik yang timbul dalam rumah sakit. KERS dapat menjadi sarana efektif dalam mengusahakan saling pengertian antara berbagai pihak yang terlibat seperti dokter, pasien, keluarga pasien dan masyarakat tentang berbagai masalah etika hukum kedokteran yang muncul dalam perawatan kesehatan di rumah sakit.

Ada tiga fungsi KERS ini yaitu pendidikan, penyusun kebijakan dan pembahasan kasus. Jadi salah satu tugas KERS adalah menjalankan fungsi pendidikan etika. Dalam rumah sakit ada kebutuhan akan kemampuan memahami masalah etika, melakukan diskusi multidisiplin tentang kasus mediko legal dan dilema etika biomedis dan proses pengambilan keputusan yang terkait dengan permasalahan ini. Dengan dibentuknya KERS, pengetahuan dasar bidang etika kedokteran dapat diupayakan dalam institusi dan pengetahuan tentang etika diharapkan akan menelurkan tindakan yang profesional etis. Komite tidak akan mampu mengajari orang lain, jika ia tidak cukup kemampuannya. Oleh sebab itu tugas pertama komite adalah meningkatkan pengetahuan anggota komite.

Etika kedokteran dewasa ini berkembang sangat pesat. Di Indonesia etika kedokteran relatif baru dan yang berminat tidak banyak sehingga lebih sulit mencari bahan bacaan yang berkaitan dengan hal ini. Pendidikan bagi anggota komite dapat dilakukan dengan belajar sendiri, belajar berkelompok, dan mengundang pakar dalam bidang agama, hukum, sosial, psikologi, atau etika yang mendalami bidang etika kedokteran. Para anggota komite setidaknya harus menguasai berbagai istilah/konsep etika, proses analisis dan pengambilan keputusan dalam etika. Pengetahuan tentang etik akan lebih mudah dipahami jika ia diterapkan dalam berbagai kasus nyata. Semakin banyak kasus yang dibahas, akan semakin jelaslah bagi anggota komite bagaimana bentuk tatalaksana pengambilan keputusan yang baik.

Pendidikan etika tidak tebatas pada pimpinan dan staf rumah sakit saja. Pemilik dan anggota yayasan, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat dapat diikutsertakan dalam pendidikan etika. Pemahaman akan permasalahan etika akan menambah kepercayaan masyarakat dan membuka wawasan mereka bahwa rumah sakit bekerja untuk kepentingan pasien dan masyarakat pada umumnya.

Selama ini dalam struktur rumah sakit di Indonesia dikenal subkomite/panitia etik profesi medik yang merupakan struktur dibawah komite medik yang bertugas menangani masalah etika rumah sakit. Pada umumnya anggota panitia ini adalah dokter dan masalah yang ditangani lebih banyak yang berkaitan dengan pelanggaran etika profesi. Mengingat etika kedokteran sekarang ini sudah berkembang begitu luas dan kompleks maka keberadaan dan posisi panitia ini tidak lagi memadai. Rumah sakit memerlukan tim atau komite yang dapat menangani masalah etika rumah sakit dan tanggung jawab langsung kepada direksi. Komite memberikan saran di bidang etika kepada pimpinan dan staf rumah sakit yang membutuhkan. Keberadaan komite dinyatakan dalam struktur organisasi rumah sakit dan keanggotaan komite diangkat oleh pimpinan rumah sakit atau yayasan rumah sakit.

Proses pembentukan KERS ini, rumah sakit memulainya dengan membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki kepedulian mendalam dibidang etika kedokteran, bersikap terbuka dan memiliki semangat tinggi. Jumlah anggota disesuaikan dengan kebutuhan. Keanggotaan komite bersifat multi disiplin meliputi dokter (merupakan mayoritas anggota) dari berbagai spesialisasi, perawat, pekerja sosial, rohaniawan, wakil administrasi rumah sakit, wakil masyarakat, etikawan, dan ahli hukum.

Pengertian Rumah Sakit Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI

Pengertian Rumah Sakit Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI
Pengertian Rumah Sakit Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/MENKES/PER/III/2010 adalah:

  • “Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat”.
  • Sedangkan pengertian rumah sakit menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, dinyatakan bahwa :
  • “Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan”.

Dari pengertian diatas, rumah sakit melakukan beberapa jenis pelayanan diantaranya pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, pelayanan perawatan, pelayanan rehabilitasi, pencegahan dan peningkatan kesehatan, sebagai tempat pendidikan dan atau pelatihan medik dan para medik, sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang kesehatan serta untuk menghindari risiko dan gangguan kesehatan sebagaimana yang dimaksud, sehingga perlu adanya penyelenggaan kesehatan lingkungan rumah sakit sesuai dengan persyaratan kesehatan. Sumber wikipedia

Lokasi anda di Bekasi jika anda atau saudara kerabat mengalami ganguan kesehatan silakan segera kunjungi Rumah Sakit di Bekasi dengan pelayanan terbaik

  Rumah Sakit Bersalin Bekasi - Rumah sakit yang khusus melayani pemeriksaan ibu hamil, ibu yang akan melahirkan, dan kesehatan anak di bawah usia lima tahun. Contoh: Dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak dibangunlah rumah sakit bersalin di Bekasi

Memilih Rumah Sakit Bersalin yang Paling Cocok untuk Ibu Hamil

Rumah Sakit Bersalin Bekasi Memilih Rumah Sakit Bersalin yang Paling Cocok untuk Ibu Hamil
Rumah Sakit Bersalin Bekasi Memilih Rumah Sakit Bersalin yang Paling Cocok untuk Ibu Hamil

Memilih rumah sakit untuk bersalin bisa dipertimbangkan mulai dari awal kehamilan, Proses melahirkan adalah momen penting bagi ibu hamil. Maka, memilih rumah sakit bersalin juga harus dipersiapkan dengan benar.

Ibu bisa memulai perencanaan kelahiran bahkan sejak awal kehamilan, Neel Shah, MD, asisten profesor kebidanan dan kandungan di Harvard Medical School mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang perlu diperhatikan.

“Meski beberapa asuransi membatasi kita untuk memilih, tapi ada banyak faktor yang harus dipikirkan,” ujarnya.

Hal Dasar yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Rumah Sakit Bersalin

Sebelum masuk ke dalam teknis kesehatan, ada beberapa hal dasar yang sebaiknya ibu dan pasangan pikirkan saat memilih rumah sakit untuk bersalin.

  • Jarak perjalanan dari rumah ke rumah sakit adalah hal penting. Memang jarak tersebut tidak memberikan efek keseluruhan pada proses melahirkan. Akan tetapi, ingat tanda melahirkan bisa muncul secara tiba-tiba sehingga banyak orang yang memilih rumah sakit yang jaraknya dekat.
  • Selain itu, dana melahirkan juga tak kalah penting. ibu harus sesuaikan dana atau asuransi yang dimiliki saat memilih rumah sakit untuk melahirkan.Coba mulai buat daftar rumah sakit yang menerima asuransi yang ibu miliki. Hal ini dapat membantu ibu untuk tidak panik saat waktu melahirkan tiba.
  • Berikutnya, yang perlu ibu pikirkan adalah fasilitas rumah sakit bersalin. Tidak hanya ruangan yang nyaman, tetapi ibu perlu mengecek apakah ada fasilitas untuk kehamilan yang berisiko.

Apalagi jika ibu memiliki riwayat masa lalu yang bermasalah saat melahirkan. Memilih rumah sakit untuk melahirkan jadi langkah penting.

Cari rumah sakit yang dapat mengakomodasi skenario terburuk dalam proses persalinan. Misalnya melihat apakah cadangan darah selalu tercukupi, adakah fasilitas ICU maupun NICU. Meskipun tidak mengharapkan hal tersebut, menyiapkan diri dengan baik adalah hal yang utama dalam proses melahirkan.

Mempertimbangkan Rencana Kelahiran

Setelah mengetahui hal dasar, kini saatnya ibu melihat rencana kelahiran. Artinya, memilih rumah sakit untuk melahirkan juga harus sesuai dengan apa yang ibu inginkan. “Bisa jadi orang menginginkan beberapa hal tapi tidak bisa diakomodir oleh rumah sakit,”

Maka dari itu, lakukan riset yang mendalam agar tidak merasa kaget saat waktu persalinan nanti.ibu mungkin merencanakan beberapa hal untuk persalinan seperti melakukan IMD atau ingin bayi diletakkan satu kamar dengan ibu.

Prinsip dasar yang mungkin ibu miliki harus dicocokkan dulu dengan rumah sakit tersebut. Sebab, banyak ibu yang sekarang punya wishlist saat melahirkan nanti.

Hal lain yang perlu dipikirkan adalah berapa banyak operasi sesar yang dilakukan untuk kehamilan berisiko rendah.

Banyak rumah sakit yang melakukan operasi sesar tidak hanya pada kehamilan yang berisiko tinggi.

Sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Obstetrics and Gynaecology pada 2017 mengungkapkan bahwa ada rumah sakit yang memiliki untuk melakukan operasi sesar ketimbang mengatasi masalah yang sedang terjadi meski masalah tersebut masih dibilang ringan.

Rekomendasi rumah sakit bersalin ibu dan anak

Rumah Sakit Bersalin Bekasi Rekomendasi rumah sakit bersalin ibu dan anak
Rumah Sakit Bersalin Bekasi Rekomendasi rumah sakit bersalin ibu dan anak

Untuk Anda yang tinggal di Jakarta, Bekasi, , dan Sekitarnta, rekomendasi rumah sakit bersalin ibu dan anak untuk persalinan terbaik nanti adalah Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi

Fasilitas Rumah Sakit Bersalin Mekar Sari Bekasi

Fasilitas Rumah Sakit Bersalin Mekar Sari Bekasi
Fasilitas Rumah Sakit Bersalin Mekar Sari Bekasi

Kamar Bersalin atau ruang VK adalah sebuah unit layanan pada rumah sakit yang berfungsi sebagai ruang persalinan selama 24 jam. 

  • Kamar Persiapan 

Semua ibu yang masuk kamar bersalin sudah mendapat penyuluhan manajemen laktasi sejak mereka berada di poliklinik asuhan antenatal. Hal lain yang disampaikan meliputi keunggulan ASI, kerugian susu formula, gizi ibu hamil yang menjamin lancarnya produksi ASI, beberapa cara perawatan payudara dan bagaimana caranya menyusui yang benar. 

  • Kamar Persalinan

Kamar persalinan adalah kamar untuk ibu yang sudah dalam kala 1 fase aktif atau kala 2 persalinan.

  • Kamar Pemulihan

Selama dua jam ibu dalam observasi kala 4, ibu akan ditempatkan dalam suatu kamar pulih. Bayi diletakkan di samping ibu atau dalam tempat tidur bayi yang dapat dilihat ibu.

Setelah membahas rumah sakit bersalin di Bekasi, lebih baik kita mengenal kota Bekasi dari sumber wikipedia

Pengenalan Kota Bekasi

Pengenalan Kota Bekasi
Pengenalan Kota Bekasi

Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Bekasi berjumlah 2.464.719 jiwa.

Kota ini merupakan bagian dari Metropolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km², dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

UtaraKabupaten Bekasi
TimurKabupaten Bekasi
SelatanKabupaten Bogor dan Kota Depok
BaratProvinsi DKI Jakarta
Sejarah Bekasi

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara. Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa (Jakarta), Pasir Awi (Jonggol), Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk Bengawan Timur (Indramayu).

Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M).

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya 4 prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jaya Dewa) yang ditulis dalam 5 lembar lempeng tembaga.

Sejak abad ke-5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara, abad ke-8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara Pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Kota Bekasi memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.409.083 jiwa dengan luas wilayah 206,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km²

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.75.07Bantar Gebang4BantargebangCiketing UdikCikiwulSumur Batu
32.75.02Bekasi Barat5BintaraBintara JayaJakasampurnaKota BaruKranji
32.75.04Bekasi Selatan5JakamulyaJakasetiaKayuringin JayaMarga JayaPekayon Jaya
32.75.01Bekasi Timur4Aren JayaBekasi JayaDuren JayaMargahayu
32.75.03Bekasi Utara6Harapan BaruHarapan JayaKaliabang TengahMarga MulyaPerwiraTeluk Pucung
32.75.09Jatiasih6JatiasihJatikramatJatiluhurJatimekarJatirasaJatisari
32.75.10Jatisampurna5JatikaryaJatiradenJatiranggaJatiranggonJatisampurna
32.75.06Medan Satria4PejuangMedan SatriaHarapan MulyaKali Baru
32.75.11Mustika Jaya4CimuningMustikajayaMustikasariPedurenan
32.75.08Pondok Gede5JatibeningJatibening BaruJaticempakaJatimakmurJatiwaringin
32.75.12Pondok Melati4JatimelatiJatimurniJatirahayuJatiwarna
32.75.05Rawalumbu4Bojong MentengBojong RawalumbuPengasinanSepanjang Jaya
TOTAL56
Penduduk Bekasi

Berdasarkan sensus tahun 2010, Kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan Kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[18]

Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, diantaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxy City.

Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di Kecamatan Bekasi Utara. Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah keatas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
  • Puskesmas Aren Jaya
  • Puskesmas Bantar Gebang
  • Puskesmas Bintara
  • Puskesmas Bojong Rawalumbu
  • Puskesmas Jakamulya
  • Puskesmas Jati Asih
  • Puskesmas Jati Bening
  • Puskesmas Jati Luhur
  • Puskesmas Jati Makmur
  • Puskesmas Jati Rahayu
  • Puskesmas Jati Sampurna
  • Puskesmas Jati Warna
  • Puskesmas Kaliabang Tengah
  • Puskesmas Karang Kitri
  • Puskesmas Kota Baru
  • Puskesmas Margajaya
  • Puskesmas Margamulya
  • Puskesmas Mustika Jaya
  • Puskesmas Pejuang
  • Puskesmas Pekayon Jaya
  • Rumah sakit Bekasi

KEY : rumah sakit bersalin, rumah sakit bersalin terdekat, rs bersalin terdekat, melahirkan normal dengan bpjs di rumah sakit, biaya persalinan normal di rumah sakit, biaya melahirkan normal di rumah sakit, biaya persalinan di rumah sakit, persyaratan melahirkan di rumah sakit, rs bersalin, biaya melahirkan di rumah sakit, rumah sakit bersalin terdekat dari lokasi saya, biaya bersalin di rumah sakit, biaya persalinan normal di rumah sakit, melahirkan di rumah sakit, tempat bersalin terdekat, biaya melahirkan di rs, hospital terbaik untuk bersalin, biaya persalinan di rs, pengalaman melahirkan normal dengan bpjs di rumah sakit, biaya melahirkan normal di rumah sakit tanpa bpjs, cara daftar hospital untuk bersalin, rumah sakit melahirkan, rumah sakit bersalin yang menerima bpjs, rumah sakit persalinan, rumah sakit melahirkan terdekat, harga melahirkan normal di rumah sakit, biaya persalinan normal di rs, biaya persalinan rumah sakit, biaya melahirkan di rumah sakit tanpa bpjs, harga persalinan di rumah sakit, hospital swasta terbaik untuk bersalin, biaya melahirkan caesar di rumah sakit, rumah sakit persalinan terdekat, kisaran biaya persalinan normal di rumah sakit, harga bersalin di rumah sakit, biaya persalinan di rumah sakit tanpa bpjs, biaya melahirkan di rumah sakit umum, biaya persalinan normal tanpa bpjs di rumah sakit, melahirkan normal di rumah sakit, biaya melahirkan normal di rs, biaya persalinan normal di rumah sakit tanpa bpjs, harga melahirkan di rumah sakit, perkiraan biaya persalinan normal di rumah sakit, biaya bersalin normal di rumah sakit, 

 Dokter Gigi Bekasi Terbaik - Kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan. Seseorang yang mempraktikkan ilmu kedokteran gigi disebut sebagai dokter gigi.

Praktik kedokteran gigi umum meliputi tindakan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif terhadap kondisi gigi dan mulut individu ataupun masyarakat. Tindakan perawatan yang dapat dilakukan oleh seorang dokter gigi umum antara lain penambalan gigi berlubang, pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, pembuatan gigi tiruan, dan merapikan gigi dengan alat ortodonsia lepasan.

Seorang dokter gigi sering kali menggunakan sinar-x dalam menegakkan diagnosis. Untuk dapat menangani kasus-kasus yang lebih sulit dan komprehensif, dokter gigi dapat melanjutkan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis untuk mendapatkan gelar dokter gigi spesialis (Sp-1).

Spesialisasi

Spesialisasi dalam kedokteran gigi antara lain:

  • Bedah Mulut dan Maksilofasial (oral and maxillofacial surgery) dengan gelar Sp.BM
  • Konservasi Gigi (endodonsia) dengan gelar Sp.KG
  • Penyakit Mulut (oral medicine) dengan gelar Sp.PM
  • Ortodonsia dengan Gelar Sp.Ort
  • Kedokteran Gigi Anak (pedodonsia) dengan gelar Sp.KGA
  • Periodonsia (jaringan gusi dan penyangga gigi) dengan gelar Sp.Perio
  • Prostodonsia (restorasi rongga mulut) dengan gelar Sp.Pros
  • Radiologi Kedokteran Gigi dengan gelar Sp.RKG
  • Odontologi Forensik dengan gelar Sp.OF

Spesialiasi terbanyak adalah dokkter gigi spesialis Konservasi Gigi yang memiliki prinsip melakukan perawatan untuk mempertahankan gigi, misalnya gigi yang akarnya infeksi diobati agar tidak copot dan masih dapat difungsikan. Demikian juga dalam kasus kecelakaan

Dokter gigi spesialis ortodonsia yang mengurusi antara lain gigi protrusi (tonggos) dengan penggunaan peranti cekat (behel gigi). Bidang perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi spesialis Ortodonsia adalah perbaikan pada letak gigi-gigi yang terletak salah (merapikan gigi) sehingga gigi-gigi akan terletak dengan baik di atas rahang dan dapat berfungsi maksimal pada suatu proses mengunyah dan akan dapat memperbaiki penampilan estetik yang jauh lebih baik.

Dokter gigi spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial memberikan perawatan secara bedah di bidang kedokteran gigi, seperti melakukan tindakan bedah pada kelainan patologis di regio oral dan maksilofasial, misalnya trauma karena kecelakaan, melakukan operasi pada gigi tertanam, operasi tumor rahang dan rekonstruksi, melakukan perbaikan malaoklusi secara bedah yang disebut dengan bedah ortognatik, melakukan pendalaman sulkus gingiva untuk memperbaiki denture bearing, melakukan perbaikan pada pasien dengan celah bibir dan langit-langit.

Dokter gigi spesialis Kedokteran Gigi Anak menangani gigi anak-anak. Sejak gigi anak mulai tumbuh perlu dilakukan kontrol ke dokter gigi anak agar gigi anak tumbuh dengan baik, teratur, dan sehat.

Dokter gigi spesialis Periodonsia menumbuhkan jaringan gusi dan menjaga agar tulang alveolar yang mengapit gigi tidak menciut. Hal ini dapat terjadi karena kesalahan cara menyikat gigi, adanya karang gigi yang jarang dibersihkan, dan akhirnya menimbulkan abses pada gusi. Karang gigi harus dibersihkan setengah tahun sekali, ada atau tidak ada lubang yang perlu ditambal, terutama bagi penderita diabetes melitus, karena karang giginya biasanya banyak. Dengan perawatan periodonsia yang baik, maka gigi tak akan goyah apalagi sampai copot, karena gigi seharusnya akan bersama kita seterusnya sampai waktu kita meninggal. Jika sudah goyah berarti sudah parah. Sebenarnya dokter gigi umum dapat membersihkan karang gigi, tetapi tidak seahli dokter gigi periodonsia, apalagi jika harus menumbuhkan jaringan gusi yang menciut dengan kuret, root canal, ataupun bedah flap.

Dokter gigi spesialis Prostodonsia adalah dokter gigi spesialis yang menangani pembuatan gigi palsu maupun implan gigi. Terkadang mengerjakan kasus untuk pasien sumbing, terutama jika langit-langitnya juga terbelah dengan membuat obturator yang berfungsi mencegah masuknya makanan atau cairan ke rongga hidung atau sekitarnya. Pasien sumbing kini dapat juga ditangani oleh dokter THT-KL, dokter spesialis Bedah Plastik, ataupun dokter spesialis Bedah Umum. Dokter mana yang tepat merupakan pilihan setiap pasien dengan pertimbangan kompetensi dan pengalaman dokter.

Dokter gigi spesialis Radiologi Kedokteran Gigi adalah dokter gigi spesialis yang memberikan intepretasi secara radiologi diagnostik dan imajing terhadap berbagai kondisi dalam area oral dan maksilofasial baik dalam kondisi normal maupun patologis menggunakan berbagai macam modalitas mulai dari radiografi intraoral dan ekstraoral, CBCT, CT, MRI,USG, dan lain-lain.

Dokter Gigi Spesialis Odontologi Forensik adalah dokter gigi spesialis yang mengkhususkan diri dalam hukum peradilan dan identifikasi korban melalui gigi dan mulut. Odontologi Forensik umumnya tergabung dalam tim Disaster Victim Identification (DVI).

Pendidikan dokter gigi
Pendidikan dokter gigi
Pendidikan dokter gigi

Di Indonesia, seorang calon dokter gigi harus mengikuti pendidikan khusus di fakultas kedokteran gigi selama kurang lebih empat tahun untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G.). Ia lalu harus mengikuti masa magang atau kepaniteraan (ko-ass) di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya selama kurang lebih dua tahun untuk mendapatkan gelar dokter gigi (drg). Pendidikan dokter gigi spesialis dapat dilanjutkan setelah seseorang menyelesaikan pendidikan dokter gigi. Lama pendidikan dokter gigi spesialis sekitar 2-6 tahun, tergantung bidang spesialisasi yang diambil oleh dokter gigi tersebut

Konsil Kedokteran Indonesia

Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, telah dibentuk untuk melindungi masyarakat penerima jasa pelayanan kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dari dokter dan dokter gigi, yang terdiri atas Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi. KKI bertanggung jawab kepada Presiden dan berkedudukan di Ibu kota Negara Republik Indonesia.


KKI mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan, serta pembinaan dokter dan dokter gigi yang menjalankan praktik kedokteran dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis.

KKI mempunyai tugas meregistrasi dokter dan dokter gigi, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi dan melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang dilaksanakan bersama lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing.

Standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi yang disahkan Konsil ditetapkan bersama oleh Konsil Kedokteran Indonesia dengan kolegium kedokteran, kolegium kedokteran gigi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi institusi pendidikan kedokteran gigi, dan asosiasi rumah sakit pendidikan.

KKI mempunyai wewenang:

  • menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi,
  • menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi dokter dan dokter gigi,
  • mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi,
  • melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi,
  • mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi,
  • melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan dokter gigi mengenai pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi,
  • melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi oleh organisasi profesi, atau perangkatnya karena melanggar ketentuan etika profesi.

Susunan organisasi Konsil Kedokteran Indonesia terdiri atas:

  • Konsil Kedokteran
  • Konsil Kedokteran Gigi.

Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi masing-masing terdiri atas 3 divisi yaitu:

  • divisi registrasi,
  • divisi standar pendidikan profesi,
  • divisi pembinaan.

Jumlah anggota Konsil Kedokteran Indonesia berjumlah 17 orang yang terdiri dari unsur-unsur yang berasal dari:

  • Organisasi Profesi Kedokteran 2 orang,
  • Organisasi Profesi Kedokteran Gigi 2 orang,
  • Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran 1 orang,
  • Asosiasi Institusi Pendidikan Kedoktan Gigi 1 orang,
  • Kolegium Kedokteran 1 orang,
  • Kolegium Kedokteran Gigi 1 orang,
  • Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan 2 orang,
  • Tokoh Masyarakat 3 orang,
  • Departemen Kesehatan 2 orang,
  • Departemen Pendidikan Nasional 2 orang.

Keanggotaan KKI untuk pertama kali ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Kesehatan (pasal 84 Undang Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran).

Poli Gigi atau Dokter Gigi Bekasi Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi

Poli Gigi atau Dokter Gigi Bekasi Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi
Poli Gigi atau Dokter Gigi Bekasi Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi

Poli Gigi atau Dokter Gigi Bekasi adalah layanan yang menangani berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut meliputi pemeriksaan, pencegahan, pengobatan, hingga tindakan medis lebih lanjut oleh dokter yang profesional dan berpengalaman dibidangnya. 

Poli gigi ini didukung oleh tenaga dokter gigi (dentist) dan asisten yang ahli khusus di bidang mulut dan gigi dalam mendiagnosis, melakukan penanganan, hingga pencegahan masalah mulut dan gigi. Selain melayani pasien dewasa, Poli Gigi Rumah Sakit Mekar Sari juga melayani pasien anak. Untuk biaya, Poli Gigi Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi  memberikan harga terjangkau dengan kualitas terbaik.

Tindakan yang dapat ditangani Dokter Gigi Bekasi :

Berikut ini beberapa tindakan yang dapat ditangani Dokter Gigi :

  • Tambal gigi :

Prosedur untuk mengatasi gigi berlubang atau patah.

  • Scaling

Membersihkan karang gigi.

  • Pencabutan gigi

Mencabut gigi yang bermasalah atau tidak bisa diperbaiki lagi.

  • Pemasangan mahkota gigi

Memperbaiki gigi yang telah rusak parah karena pembusukan atau cedera.

  • Pemasangan kawat gigi

Meluruskan dan memperbaiki gigi yang bengkok, sehingga lebih sehat dan lebih mudah dirawat.

  • Pemasangan gigi palsu

Menggantikan fungsi gigi yang telah tanggal.

  • Perawatan saluran akar

Pemeriksaan pulpa gigi akibat sakit atau terinfeksi. Pulpa adalah pembuluh darah dan saraf yang mengelilingi gigi.

  • Pemutihan gigi

Perawatan gigi menggunakan gel hidrogen peroksida dan sinar khusus untuk memutihkan gigi.

2. Prosedur Layanan di Poli Gigi

  • Dokter akan menanyakan kondisi kesehatan secara umum, terutama yang berkaitan dengan gigi dan mulut.
  • Dokter kemudian memeriksa kondisi gigi dan gusi secara langsung untuk melihat apakah ada gigi berlubang, plak yang lengket di gigi, serta celak di antara gigi dan gusi.
  • Selain memeriksa gigi, dokter juga akan memeriksa kondisi mulut secara keseluruhan. Termasuk lidah, tenggorokan, wajah, dan leher.
  • Dokter kemudian memberi saran mengenai gaya hidup yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.
  • Dokter akan mengatur jadwal kunjungan atau pemeriksaan gigi selanjutnya.

Selain memeriksa, dokter gigi juga biasanya akan melakukan prosedur pembersihan gigi dan scaling bila perlu. Prosedur ini bermanfaat untuk menghilangkan plak pada gigi dan mencegah penyakit gusi.

Dengan alat khusus, dokter akan membersihkan secara menyeluruh, seluruh bagian gigi. Setelah selesai, permukaan gigi akan dipoles dengan campuran pasta gigi abrasif dan fluoride, untuk menghilangkan noda pada gigi.

Jadwal Dokter Gigi Bekasi di Rumah Sakit Mekar Sari

[table id=17 /]

Dokter Gigi Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi

drg. Nina Nurhamidadrg. Putri Yuniarsih P

Sebelum membahas Dokter Gigi Bekasi Terbaik di Bekasi, lebih baik kita mengenal kota Bekasi dari sumber wikipedia

Pengenalan Kota Bekasi

Pengenalan Kota Bekasi
Pengenalan Kota Bekasi

Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Bekasi berjumlah 2.464.719 jiwa.

Kota ini merupakan bagian dari Metropolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km², dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

UtaraKabupaten Bekasi
TimurKabupaten Bekasi
SelatanKabupaten Bogor dan Kota Depok
BaratProvinsi DKI Jakarta
Sejarah Bekasi

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara. Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa (Jakarta), Pasir Awi (Jonggol), Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk Bengawan Timur (Indramayu).

Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M).

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya 4 prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jaya Dewa) yang ditulis dalam 5 lembar lempeng tembaga.

Sejak abad ke-5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara, abad ke-8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara Pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Kota Bekasi memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.409.083 jiwa dengan luas wilayah 206,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km².[16][17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.75.07Bantar Gebang4BantargebangCiketing UdikCikiwulSumur Batu
32.75.02Bekasi Barat5BintaraBintara JayaJakasampurnaKota BaruKranji
32.75.04Bekasi Selatan5JakamulyaJakasetiaKayuringin JayaMarga JayaPekayon Jaya
32.75.01Bekasi Timur4Aren JayaBekasi JayaDuren JayaMargahayu
32.75.03Bekasi Utara6Harapan BaruHarapan JayaKaliabang TengahMarga MulyaPerwiraTeluk Pucung
32.75.09Jatiasih6JatiasihJatikramatJatiluhurJatimekarJatirasaJatisari
32.75.10Jatisampurna5JatikaryaJatiradenJatiranggaJatiranggonJatisampurna
32.75.06Medan Satria4PejuangMedan SatriaHarapan MulyaKali Baru
32.75.11Mustika Jaya4CimuningMustikajayaMustikasariPedurenan
32.75.08Pondok Gede5JatibeningJatibening BaruJaticempakaJatimakmurJatiwaringin
32.75.12Pondok Melati4JatimelatiJatimurniJatirahayuJatiwarna
32.75.05Rawalumbu4Bojong MentengBojong RawalumbuPengasinanSepanjang Jaya
TOTAL56
Penduduk Bekasi

Berdasarkan sensus tahun 2010, Kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan Kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[18]

Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, diantaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxy City.

Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di Kecamatan Bekasi Utara. Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah keatas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)

  • Puskesmas Aren Jaya
  • Puskesmas Bantar Gebang
  • Puskesmas Bintara
  • Puskesmas Bojong Rawalumbu
  • Puskesmas Jakamulya
  • Puskesmas Jati Asih
  • Puskesmas Jati Bening
  • Puskesmas Jati Luhur
  • Puskesmas Jati Makmur
  • Puskesmas Jati Rahayu
  • Puskesmas Jati Sampurna
  • Puskesmas Jati Warna
  • Puskesmas Kaliabang Tengah
  • Puskesmas Karang Kitri
  • Puskesmas Kota Baru
  • Puskesmas Margajaya
  • Puskesmas Margamulya
  • Puskesmas Mustika Jaya
  • Puskesmas Pejuang
  • Puskesmas Pekayon Jaya
  • Rumah sakit Bekasi
  • Fisioterapi Bekasi

 FISIOTERAPI BEKASI -   Fisioterapi mampu membantu proses penyembuhan pasca kecelakaan atau operasi, namun tahukah Anda bahwa fisioterapi juga mampu menekan penggunaan opioid?




Banyak pengidap kecanduan opioid pertama kali terpapar lewat pemakaian opioid sebagai obat resep untuk mengurangi rasa nyeri. Obat-obatan berbasis opioid dinilai mampu mengurangi penyakit akut, seperti rasa nyeri pasca operasi.

Sayangnya, efektivitas opioid terus menurun seiring berjalannya waktu, sehingga diperlukan dosis yang lebih tinggi untuk memperoleh hasil yang sama dibandingkan periode awal pemakaian. Bahkan tidak jarang pula yang justru merasakan sakit lebih parah saat mengonsumsi opioid. Celakanya lagi, tidak sedikit orang yang beralih dari opioid ke heroin atau fentanyl.

Semakin tinggi angka konsumsi opioid menyebabkan krisis yang berimbas pada dunia medis. Mark Bishop selaku Associate Professor of Physical Therapy dari University of Florida menyebutkan, diperlukan adanya pembatasan opioid untuk mencegah krisis berkelanjutan. Diperlukan alternatif lain yang mampu meredakan rasa nyeri sekaligus mengurangi penggunaan opioid, salah satunya fisioterapi.

Solusi ini tidak hanya diusung para pakar fisioterapi saja. Sebuah surat rujukan kepada Presiden Amerika Serikat yang dikirim oleh perwakilan Commission on Combating Drug Addiction and the Opioid Crisis memaparkan, “Individu yang mengidap penyakit akut atau kronis harus mempunyai akses terhadap alternatif pereda rasa sakit yang tidak mengandung opioid. Segala hal mulai dari fisioterapi hingga pengobatan non-opioid harus mampu dijangkau dengan mudah sebagai alternatif bagi pasien.”

Seperti dilansir laman The Conversation, lembaga Centers for Disease Control and Prevention juga merilis pedoman yang merekomendasikan fisioterapis sebagai metode pengobatan pertama bagi pasien penyakit kronis. Pedoman yang diluncurkan pada 2016 lalu ini didukung dengan sejumlah riset, termasuk penelitian mengenai penggunaan opioid untuk gangguan tulang yang lazim terjadi, seperti nyeri punggung, lutut, atau leher.

Studi ini menunjukkan, pasien dengan gangguan tulang memiliki kecenderungan 89% lebih rendah dalam menerima resep obat opioid jika penyakitnya ditangani oleh fisioterapis. Semakin cepat pasien berobat ke fisioterapis, lebih besar pula kemungkinan untuk tidak mengonsumsi opioid.

Semakin cepat pasien berobat ke fisioterapis, lebih besar pula kemungkinan untuk tidak mengonsumsi opioid.

Dari kondisi ini, terdapat dua kesimpulan yang dapat Anda ambil. Pertama, fisioterapi menjadi metode penyembuhan yang efektif untuk berbagai rasa nyeri. Kedua, semakin cepat Anda memeriksakan kesehatan ke fisioterapis, semakin besar pula kemungkinannya untuk tidak diberi resep obat berbasis opioid.